Agaknya ada kaitan gembira dengan tulus hati. Tulus berarti memandang orang lain tanpa prasangka. Tulus berarti bersikap jujur, terbuka, dan apa adanya. Kita sering sulit bergembira karena kita tidak mampu bersikap jujur terhadap diri sendiri, apalagi terhadap orang lain.

Bersikap jujur atas kegagalan dan kelemahan diri sendiri memang sakit. Namun, itu lebih melegakan dan pasti menyehatkan ketimbang menolaknya. Prasangka terhadap orang lain malah membuat kita memasang strategi dan kuda-kuda karena takut tersaingi. Buntut-buntutnya, kita makin cemas.

Sikap gembira dan tulus hati merupakan pilihan. Bergembiralah karena Allah adalah gembala kita! Tuluslah kepada sesama. Itulah ibadah sekaligus abudah sejati!

– yoel m. indrasmoro