Sitou Timou Tumou Tou

Kemerdekaan hanyalah sebuah hak dengan sejuta kewajiban. Manusia merdeka dipanggil untuk memerdekakan orang lain. Kemerdekaan tak layak dinikmati sendiri, tetapi harus dibagikan kepada orang lain yang belum merasakannya.

Dalam buku Burung Berkicau, de Mello berkisah tentang seseorang yang melihat gadis kecil duduk di emperan toko sembari mengemis. Gambaran anak itu membayang di wajahnya. Dia pun berdoa, ”Di manakah keadilan-Mu Tuhan, mengapa Engkau biarkan ini terjadi?” Esok harinya, dia masih melihat pengemis cilik itu. Di rumah dia kembali berdoa, ”Mengapa dia tetap menderita?” Hingga suatu malam dia bermimpi bertemu Tuhan. ”Kebetulan kita bertemu Tuhan. Mengapa Engkau tidak menjawab doaku?” tanyanya cepat. “Bukankah Aku telah menciptakan engkau?” jawab Tuhan singkat.

Manusia bukan makhluk soliter. ”Sitou timou tumou tou,” ungkap Pahlawan Nasional Sam Ratulangi dalam bahasa Minahasa. Artinya: manusia hidup untuk menghidupkan orang lain. Manusia tidak hidup untuk dirinya sendiri, melainkan hidup untuk orang lain.

Itulah panggilan insan merdeka!

– yoel m. indrasmoro