Doa Monika terkabul setelah menunggu cukup lama. Beberapa bulan setelah pembaptisan Augustinus, Monika pun meninggal dunia. Monika meninggalkan dunia ini sebagai seorang ibu yang telah mengantarkan anaknya percaya kepada Kristus.

Tak hanya Augustinus yang berubah karena doa ibunya. Lima belas abad kemudian, Peter P. Bilhorn juga merasakan hal yang sama. Kenangan atas doa ibunya itu menggerakkan dia menggubah lagu My Name in Mother’s Prayer (Namaku Disebut).

Baik Augustinus maupun Bilhorn sama-sama merasakan kasih ibu. Kasih itu mereka pahami tak hanya melalui kata dan perbuatan, juga doa. Doa, yang maujud dalam tindakan sesehari, menjadi sarana ampuh bagi pertumbuhan iman anak.

Tugas Orang Tua Kristen

Salah satu tugas pokok orang tua Kristen ialah memperkenalkan Kristus kepada anak. Tentunya, tidak dengan paksa, melainkan lemah lembut. Melalui arahan yang baik, tak mustahil anak akan rela menganut kepercayaan orang tua.

Itu pulalah tugas setiap orang tua di Israel. Mazmur 78 menegaskan, setiap orang tua Yahudi bertanggung jawab memperkenalkan Allah kepada anak. Allah yang harus mereka kenalkan ialah Pribadi yang telah menyatakan kasih-Nya kepada mereka. Mereka dituntut mewariskan iman itu kepada anak. Dengan satu tujuan: anak mereka juga mewariskan iman tersebut kepada generasi berikutnya. Berkesinambungan dan tak berhenti.

Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak sebelum memasuki lingkungan sosial yang lebih luas. Keluarga jugalah gereja pertama bagi anak. Dengan kata lain, orang tua semestinya berperan sebagai guru dan pendeta yang pertama bagi anak mereka.

Keluarga merupakan pesemaian iman anak. Karena itu, keluarga haruslah menjadi tempat di mana iman diyakini, dipraktikkan,dan dituturtinularkan—diturunalihkan—kepada generasi berikut. Sehingga anak dengan kebebasannya sendiri akhirnya mampu mengambil keputusan untuk menjadi pengikut Kristus seperti orang tuanya atau tidak.

– yoel m. indrasmoro

(bersambung)