Persekutuan, bukan Partai

Berkait dengan perjalanan keesaan, kesehatian dan kesepikiran terlihat saat mengubah ”Dewan Gereja-gereja di Indonesia” menjadi ”Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia”. Kata dewan mengesankan ketaksetaraan; ada atasan (elite) dan bawahan (anggota kebanyakan). Kata persekutuan mengedepankan kesetaraan dan keterikatan lahir batin antargereja.

Persekutuan bukanlah penyeragaman. Penyeragaman hanya akan membuat pihak yang berbeda merasa asing. Persekutuan menyiratkan adanya penerimaan terhadap perbedaan. Persekutuan menerima perbedaan dan menolak pembedaan. Dan di atas semua itu, Kristuslah alasnya.

Karena itu, untuk mewujudkan keesaan, biarlah ”P” dalam PGI tetap ”Persekutuan” dan tidak menjadi ”Partai”! Jiwanya persekutuan, bukan penyeragaman! Hanya dengan itulah keesaan tak lagi utopia.

– yoel m. indrasmoro