Doa epiklese, sekali lagi, memperlihatkan bahwa manusia yang terbatas tidak hanya ingin menikmati Firman Allah, tetapi lebih jauh memahaminya, dan akhirnya menerapkannya. Bagaimanapun, Roh Kuduslah yang menolong orang-orang percaya pada suatu masa dan tempat untuk menulis Alkitab, dan sekarang kita meminta Roh Kudus yang sama untuk menolong kita memahaminya.

Kita tidak perlu berdoa untuk membaca novel. Kalau nggak ngerti, ya berhenti saja. Atau, kita bisa ambil kesimpulan bahwa penulisnya kurang piawai. Tetapi, Alkitab ‘kan bukan novel. Kita meyakininya sebagai Firman Allah. Artinya, Allah berfirman. Kalau tidak memahami, lalu bagaimana kita menerapkannya?

Lagi pula, kita tidak bisa membuangnya seperti novel karena kita adalah hamba Allah. Aneh bukan, jika ada seorang hamba yang tidak mau mendengar tuannya, apa lagi menerapkannya? Kita hanya akan jadi bahan tertawaan! Oleh karena itu, kita perlu pertolongan Roh Kudus untuk mengajar kita memahami Firman Allah itu!

Kisah Pentakosta merupakan bukti bahwa Roh Kudus menolong para murid mengingat apa yang dikatakan Sang Guru ketika masih ada bersama dengan mereka di dunia. Perhatikanlah: orang-orang dari berbagai bangsa itu mendengar bahwa para murid berbicara dengan bahasa ibu mereka masing-masing. Mereka akhirnya mengetahui karya Allah melalui bahasa ibu mereka sendiri.

Jelas di sini, Roh Kuduslah yang memampukan para murid untuk berbicara dengan bahasa-bahasa lain. Dan Roh Kudus pulalah yang menolong orang asing itu untuk memahami karya Allah dalam bahasa mereka sendiri. Tak heran, banyak orang menyatakan bahwa Kisah Pentakosta adalah Kisah Roh Kudus itu sendiri.

Oleh karena itu, ini hal ketiga, kita bisa percaya kepada Yesus hanya karena pertolongan Roh Kudus. Para murid Yesus memang tak terlalu sulit percaya karena mereka dekat dengan Yesus. Artinya, mereka dekat dengan Yesus Kristus secara ragawi. Kalau tidak mengerti, mereka tinggal bertanya dan Yesus langsung menjawabnya.

Tetapi, orang percaya abad ke-21 tak lagi dapat melihat Yesus secara ragawi. Di sinilah kita memerlukan pertolongan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang akan memampukan kita memahami dan kemudian menerima penyelamatan Allah dalam Yesus Kristus.

– yoel m. indrasmoro

(bersambung)