Itu jugalah yang ditegaskan Yesus. Perhatikanlah perkataan Yesus:
Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. (Yoh. 16:8-11, TB).

Dalam Alkitab BIS tertulis: “Roh Kudus akan menyatakan kepada dunia arti dosa yang sebenarnya, apa yang benar, dan hukuman Allah. Ia akan menyatakan bahwa tidak percaya kepada-Ku adalah dosa; bahwa Aku benar, karena Aku pergi kepada Bapa dan kalian tak akan melihat Aku lagi; dan bahwa Allah sudah mulai menghukum, sebab penguasa dunia ini sudah dihukum.”

Di sini jelaslah bahwa dosa bukanlah sekadar kesalahan manusia kepada Allah. Bukan, bukan hanya itu! Dosa sejatinya merupakan putusnya hubungan manusia dengan Allah. Manusia jatuh ke dalam dosa saat dia mengambil keputusan untuk melawan Allah. Yesus merupakan jembatan antara manusia dan Allah. Sehingga, orang yang tidak percaya kepada Kristus tetap ada dalam dosanya dalam arti tetap dalam keadaan putus hubungan dengan Allah. Dan jika kita percaya kepada Kristus itu berarti kita tahu bahwa Dia benar dan penguasa dunia telah dikalahkan-Nya.

Yang juga penting ialah Roh Kudus disebut juga Roh Kebenaran karena Ia akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:13). Dia memimpin kita. Artinya, bukan kita yang memimpin, melainkan Rohlah yang memimpin. Persoalannya ialah apakah kita rela dipimpin oleh Roh? Dipimpin berarti menyerahkan wewenang penuh kepada pihak lain. Menyerahkan kedaulatan penuh kepada pihak lain untuk mencari jalannya.

Sesungguhnya membiarkan diri dipimpin Roh Kudus merupakan tindakan yang logis karena Dia akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Dalam hidup ini memang ada kebenaran-kebenaran, tetapi Roh Kudus akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Artinya, tindakan orang-orang yang menyerahkan dirinya dipimpin Roh Kudus memang tidak mungkin salah karena semuanya serbakebenaran.

Bukankah ini yang sering kali menjadi persoalan dalam hidup manusia. Kita sering sulit mengambil keputusan. Sekali lagi, kita takut salah. Oleh karena itu, inilah jalan terlogis: biarlah diri kita dipimpin oleh Roh Kudus.

– yoel m. indrasmoro

(bersambung)