Harus diakui berasal dari Tuhan
Meskipun kebebasan itu diberikan oleh seorang raja, tetapi harus dilihat  sebagai campur tangan bahkan pemberian dari Tuhan sendiri! Selaku anak Tuhan kita perlu memiliki kepekaan untuk melihat dan merasakan adanya alur ilahi seperti itu. Jika tidak demikian, maka kita sudah menjadi sama dengan orang dunia yang tidak beriman. Ada anjuran untuk membiasakan diri seperti ini, jika menerima hal-hal yang menggembirakan dan menguntungkan segera kita memuji Tuhan Yang Maha Baik. Jika kesusahan menimpa kita, jangan tergesa menyalahkan Tuhan. Namun jika  kita juga tidak bisa menyalahkan diri sendiri, percayalahlah bahwa pasti ada maksud baik dari Tuhan di balik kesusahan yang kita alami. Mohonlah punggung yang kuat untuk dapat menanggungnya.

Untuk segala sesuatu ada masanya
Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3:1 ini harus kita pegangi dalam penantian kita. Ya, menanti tindakan Tuhan merupakan bagian dari iman yang benar, sebab mengandung penyerahan diri dan keyakinan bahwa yang berasal dari Tuhan selalu yang terbaik. Berakhirnya keberadaan umat Tuhan di Babil, Tuhanlah yang menentukan masanya. Jika sampai berlama-lama, bukan karena Tuhan alpa, atau karena Tuhan sedang mempermainkan perasaan umatNya. Apalagi karena Tuhan tidak mampu membebaskan, sama sekali tidak. Tidak ada yang lebih baik dari “waktu Tuhan” dalam segala hal, di bawah langit ini. Karena Tuhan tinggi di atas sana sehingga melihat segala sesuatu secara jelas dan menyeluruh, tapi  Maha Tinggi Tuhan adalah sifatNya yang hakiki sehingga tak ada yang dapat menandingi pengetahuan serta hikmatNya.

– daud adiprasetya

lanjut…