Apakah yang paling mendatangkan sukacita bagi umat Tuhan waktu itu?
Bukan karena masa pembuangan di Babil segera berakhir. Juga bukan karena akan segera pulang ke negeri asal. Yang paling mendatangkan sukacita, berita besar untuk seluruh umat Tuhan saat itu adalah  bahwa Tuhan kembali ke Sion!  (Yesaya 52:8).

Bagi umat yang religius hal ini sangat penting. Nasib buruk selama ini dihayati sebagai hukuman Tuhan, bahwa Tuhan sedang marah dan meninggalkan bahkan membuang mereka jauh-jauh. Tuhan  tidak sudi berurusan dan tinggal bersama mereka, dan Sion tidak lagi menjadi kebanggaan mereka. Maka, suatu kejutan rohaniah yang dahsyat, rekonsiliasi  terjadi, keberpihakan Allah yang didambakan menjadi kenyataan, Tuhan mau kembali ke Sion! Roh Tuhan, pribadi Tuhan, hadirat Tuhan akan dapat dirasakan kembali di pusat bahkan di puncak Tanah Perjanjian!  Kalau sudah begitu, maka sukacita yang lain segera boleh menyusul, Yerusalem yang sudah menjadi puing akan dipulihkan (ayat 9). Maka umat Tuhan yang sudah kehabisan air mata diobati oleh penghiburan-Nya, bangsa pilihan Tuhan yang rendah diri sekarang boleh mengangkat muka di hadapan semua bangsa! (ayat 10).

Demikianlah jika Tuhan  membebaskan, Ia mau dan berkuasa membebaskan secara sempurna! Natal juga menjadi perayaan besar, jika kita bisa melihat uluran tangan-Nya yang menyembuhkan, memulihkan dan membebaskan! Luas dan lengkap!

Cara membebaskan yang ajaib!
Tuhan mau terbelenggu supaya bisa membebaskan! Itu sebabnya maka sang Firman yang adalah Allah bersedia menjadi manusia.  Ada seorang anak laki-laki yang masih di TK, suatu hari berteriak-teriak kepada barisan semut, supaya belok kanan sebab di sana ada remah-remah roti kering. Rupanya barisan semut tidak mengerti bahasa manusia, mereka tidak mau belok kanan seperti yang diinginkan anak itu tetapi malah jalan lurus lalu masuk ke lubang yang sempit. Kepada anaknya yang kecewa itu sang ibu memberitahu demikian, ”Kalau menghendaki barisan semut belok ke kanan, hanya ada satu cara yaitu kau harus menjadi seekor semut kemudian memimpin mereka!”

Misteri sang Firman  yang selama ini kita yakini sebagai Allah Putera, yang mengenakan kemanusiaan Yesus, sungguh mendatangkan kekaguman yang sangat besar. Bagaimana rahasia besar itu dapat dijelaskan sedapat mungkin, dengan cara sesederhana mungkin? Firman atau perkataan selalu penting, sebab membuat kita bisa mengetahui isi hati seseorang. Memang perkataan manusia penuh dusta dan kepalsuan, patut diragukan sebab sering tidak cocok dengan isi hati. Tapi bagaimana dengan Allah? Firman-Nya  pancaran hati yang sejernih-jernihnya dan sejujur-jujurnya. Jika Allah berkata,  “Aku mengasihi engkau”, begitulah isi hati-Nya!

Sekarang sang Firman itu sudah menjadi daging, manusia Yesus Kristus. Maka segala perkataan dan kiprah hidup-Nya mengungkap hati Allah serta memperkenalkan siapa dan bagaimanakah Allah yang roh itu. Kalau begitu hidup dalam Yesus Kristus berarti hidup dalam persekutuan yang seakrab-akrabnya dengan Allah, sebab kita bisa berdekatan dengan hati, firman dan karya Allah. Sebab di dalam Kristus Yesus kita juga memperoleh pembebasan yang sempurna atas kuasa dosa, iblis dan maut. Hari Natal sangat penting sebab kepada kita ditegaskan bahwa sang Firman itu sudah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:14).

– daud adiprasetya

lanjut…