Biasanya, ketika seseorang mendapat hal buruk, dia bertanya, ”Apakah dosa saya?” Tetapi, anehnya, jika kehidupan baik-baik saja, bahkan semakin baik, jarang yang bertanya bahwa semua itu merupakan kerjaan si Jahat!

Itu jugalah yang dipahami warga jemaat di Korintus. Sehingga Paulus perlu memberikan nasihat: ”Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa yang tidak melebihi kekuatan manusia.” (I Korintus 10:13).

Paulus juga meminta warga jemaat di Korintus untuk memohon kekuatan Allah agar dimampukan menanggung semua kesulitan itu. Kesulitan hidup bukan untuk dihindari, tetapi harus dihadapi.

KISAH POHON ARA
Yesus menolak menilai malapetaka sebagai hukuman Allah. Tetapi, itu tidak berarti, manusia boleh hidup sembrono. Selanjutnya Dia berkata, ”Tetapi jikalau kamu tidak  bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara demikian.” (Lukas 13:3). Untuk memperkuat argumennya, Yesus bercerita tentang pohon ara.

Pohon ara itu sudah seharusnya berbuah. Namun, selama tiga tahun berturut-turut Sang Pemilik merasa kecewa karena yang didapatinya hanya daun. Lalu, apa artinya pohon ara, jika tidak berbuah. Masak iya, mau panen daun?

Ketiadaan buah merupakan pemborosan. Telah banyak modal yang ditanam untuk pohon tersebut. Itulah yang membuat Sang Pemilik kesal dan menjatuhkan vonis: ”Tebanglah pohon ini! Untuk apa  ia hidup di tanah ini dengan sia-sia!” (Lukas 13:7).

Sang pemilik menjatuhkan vonis, namun Sang Pengurus berupaya memperpanjang rencana eksekusi. Dia berharap pohon ara itu berbuah tahun depan. Dengan sangat Dia memohon, ”Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!” (Lukas 13:8-9).

Sang pengurus akan meneruskan pemeliharaannya, tetapi tidak mengatakan bahwa pohon ara itu pasti berbuah. Tugasnya memang hanya memelihara. Kepastian buah bukan tanggung jawabnya. Pohon itu sendirilah yang bertanggung jawab menghasilkan buah.

Tentulah kita tahu, yang dimaksud dengan Sang Pemilik adalah Allah Bapa, Yesuslah Sang Pengurus, dan kitalah pohon ara itu. Persoalannya: apakah hidup kita berbuah?

– yoel m. indrasmoro