Jika Kepala Desa tadi menawarkan solusi-insentif sebagai pilihan untuk mengubah nasib, maka Musa memerintahkan bangsanya untuk mengasihi Tuhan dan menolak allah lain. Keduanya berhubungan dengan hidup, tapi bobotnya berbeda jauh seperti bumi dan langit. Permasalahan tikus itu memang bisa saja mempengaruhi kehidupan di dunia ini, tetapi tidak secara langsung berhubungan dengan ibadah kita kepada Tuhan. Hal inilah yang membuat Musa menjadi panik, kiranya dapat disebut kepanikan-rohani. Jelas sekali Musa merasa sangat tidak nyaman hatinya saat berhadapan dengan umat Tuhan saat itu.
– Musa memerintahkan umat Tuhan mengasihi Tuhan, supaya hidup.
– Musa memperingatkan jika umat Tuhan menyembah allah lain akan binasa
– Musa memberitahukan, memanggil langit dan bumi sebagai saksi, memperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk.
– Akhirnya Musa menghimbau agar umat Tuhan memilih kehidupan, supaya mereka dan keturunannya hidup.

Di sini kita melihat Musa sedemikian mengharapkan keselamatan umat Israel. Penekanan kata-katanya begitu terasa supaya mereka jangan sampai salah memilih di antara hidup dan mati. Jika Kepala Desa, dan para pemimpin dunia pada umumnya hanya sekedar menjalankan tugas, maka Musa begitu menyatu dengan seluruh bangsanya. Meski sudah berulangkali dikecewakan oleh bangsa yang diasuhnya, tapi Musa tetap mengasihi mereka. Dengan demikian Musa dapat menggambarkan sikap Yesus Kristus yang penuh kasih sayang, terhadap umat manusia yang sudah dirusak oleh dosa.

– daud adiprasetya

lanjut…