Jika seorang memilih untuk menjadi murid Yesus, maka ia harus:
Siap menghadapi kesulitan. Di dalam hidupnya, setiap murid Yesus pasti mempunyai salib yang harus dipikulnya. Itulah penghalang yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Bentuknya berbeda-beda, tapi selalu ada. Maka jangan minta untuk dibebaskan dari salib, tetapi mohonlah kekuatan supaya mampu memikul dan mengatasinya. Sebenarnya, Salib  dapat membuat kita menjadi semakin bersandar kepada Tuhan Yesus. Semakin akrab dengan Kristus, dengan demikian kita akan menjadi semakin kuat.

Siap mewujudkan niat hatinya. Seperti orang yang mau membangun sebuah menara, atau seorang raja yang akan berperang. Tuhan memang tidak melarang kita mengadakan perhitungan , pertimbangan dari segala segi, bahkan pergumulan secara besar-besaran, tapi  pada akhirnya kita harus mempunyai keberanian untuk mengambil keputusan yang tegas untuk menjadi murid Tuhan yang setia.

Siap berkarya sebagai garam. Seperti garam yang rela dikorbankan demi kesuburan dan kelezatan, menjadi murid Kristus yang melayani dunia ladang-Nya itu adalah merupakan komitmen kita. Murid Tuhan tidak mengejar kedudukan dan nama besarnya sendiri, tapi mengutamakan integritas.

Siap menyatakan kasih kepada yang mengecewakan hati. Sebagai murid Tuhan Yesus sebenarnya kita dipanggil untuk sering melakukan perbuatan-perbuatan “kecil” dalam hidup kita, yang dapat menggambarkan perbuatan besar Guru kita Yesus Kristus. Seperti yang sedang dilakukan Paulus ketika memperjuangkan masa-depan Onesimus, agar bisa diterima kembali oleh mantan majikannya. Untuk itu Paulus telah mempertaruhkan nama baik, hubungan baiknya dengan Filemon, dan sejumlah uang sekiranya Onesimus pernah merugikan Filemon. Di pihak lain bila Filemon bersedia menerima kembali Onesimus maka ia akan mengajarkan kasih dan pengampunan Kristus dalam praktik kepada Onesimus dan masyarakat luas. Meskipun Paulus telah mengharap dengan sangat dalam suratnya, namun Filemon tetap bisa memilih untuk menolak permintaan Paulus. Memang untuk berbuat baik, kita harus melewati  pintu-pilihan yang sempit dan sulit!

Siap menolak kejahatan, menyambut kebenaran Tuhan.  Hal itu diungkap dalam Mazmur 1:1 yang sangat terkenal itu. Murid Tuhan dengan tegas harus menolak sikap, pola hidup dan pergaulan jahat yang dapat merusak hidupnya, dan menggemari Firman Allah yang indah dan benar.

– daud adiprasetya