Pada suatu malam di tahun 1861, saat Jenderal Garibaldi pulang ke rumah, dia bertemu dengan seorang gembala Sardinia yang sedang meratapi seekor dombanya yang hilang. Garibaldi segera menoleh kepada stafnya dan mengumumkan keinginannya untuk menjelajahi gunung itu guna mencari domba yang hilang.

Sebuah tim pencarian yang besar diorganisir. Lentera-lentera dibawa, dan Jenderal yang sudah malang melintang di banyak pertempuran itu dengan penuh semangat ikut mencari domba yang lari dari kelompoknya. Tetapi domba itu tidak kunjung ditemukan sehingga para prajurit diperintahkan kembali ke tenda mereka masing-masing dan tidur.

Keesokan harinya, pembantu Jenderal mendapati tuannya masih berada di ranjangnya dan tertidur dengan lelap. Pelayannya terkejut karena tuannya tidak biasa bangun siang, tetapi selalu bangun lebih dulu dari orang lain. Pelayan itu meninggalkan tuannya yang sedang tidur lelap dengan pelan-pelan agar tidak membangunkannya dan kembali setengah jam kemudian. Garibaldi masih tidur nyenyak.

Setelah beberapa saat tuannya tetap tidak bangun juga, pelayan itu membangunkan Garibaldi, Jenderal itu mengusap matanya, dan begitu juga pelayannya ketika melihat jenderal tua itu mengeluarkan domba yang hilang itu dari selimutnya. Rupanya, Jenderal itu terus mencari domba itu semalaman sampai berhasil menemukannya. Demikian juga dengan Gembala Agung Yesus Kristus yang mencari domba-Nya yang hilang sampai Dia menemukannya.
– The Preacher’s Monthly –

Jenderal kawakan yang lembut hatinya
Sepertinya itu adalah julukan yang pantas untuk seorang Garibaldi. Siapa sudi tidur bersama domba! Hal itu hanya dimungkinkan setelah terjadi suatu pencarian yang teramat sulit dan berat. Setelah terjadi penemuan yang  mendatangkan sukacita besar. Juga karena tubuh yang terlanjur kotor dan sangat lelah, malam yang sudah larut, domba kecil yang sangat memprihatinkan keadaannya dan segala sesuatu yang serba luar biasa. Tetapi di atas semuanya itu adalah karena sang Jenderal memang memiliki hati yang  penuh kasih sayang.

– daud adiprasetya

lanjut…