Allah Yang Mahakuasa.

Halaman pertama dari Alkitab sudah menginformasikan kemahakuasaan Allah yang sungguh luar biasa dahsyatnya. Dialah Allah yang  Mahatinggi, Mahamulia dan Mahabesar. Segala sesuatu yang ada Dia lah penciptanya, maka Dia lah yang empunya. Di hadapan-Nya semua pangkat, kedudukan dan gelar tak ada artinya. Cerita tentang sang penasehat raja di atas mengingatkan kita betapa banyaknya orang-orang berkedudukan tinggi di dunia ini yang perlu segera bertobat karena tidak mau menyembah Allah.

Jika kita mengakui kebesaran Allah dan menyembah-Nya, maka jangan hanya dalam wacana dan jangan latah, tetapi harus dalam kesungguhan hati yang tampak dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang di dunia ini, termasuk yang beriman, mau menjadi allah bagi orang lain. Banyak yang gila hormat, haus kedudukan, merasa senang bila bisa menjadi tempat bergantung bagi sesamanya, mudah merasa tersinggung jika bawahannya kurang menghargai. Bahwa kita dicipta segambar dengan Allah, diberi kuasa mengelola dunia atas nama Allah, sering membuat kita menjadi sombong dan arogan. lebih mengutamakan hak daripada tugas. Padahal keberadaan kita adalah karunia semata bagi kemuliaan Allah.

Ada satu cerita yang menarik, sebagai berikut: Ada seorang raja yang mau mencari orang yang teragung untuk dihormatinya. Maka dihadapkan kepadanya beberapa tokoh yang kaya raya, dokter pandai, ahli hukum, ahli bangunan, dan yang terakhir seorang wanita tua. Rambutnya putih, sinar matanya memancarkan  kebijaksanaan dan kasih sayang. “Siapa ini?” Tanya raja, “Apa yang dilakukannya?” “Paduka telah melihat dan mendengar yang lainnya,” kata pembantu raja. “Dia inilah guru mereka itu!” Orang-orang bertepuk tangan dan raja turun dari takhtanya, untuk memberi hormat kepada wanita itu.

Perlu diingat, bahwa setiap orang, sehebat apa pun, dia mempunyai Guru Agung, yaitu Allah yang memberi talenta, kemampuan serta keterampilan. Tetapi jasa Allah sering dilupakan manusia. Jauh-jauh hari hal itu sudah diprediksi oleh Allah, maka Ia mencipta daun yang bergemerisik karena angin yang mendesir, burung yang berkicau, ombak yang berdebur di pantai, hujan rintik-rintik, kilat dan  guntur yang menggelegar. Semuanya menyatakan kebesaran dan keagungan Allah Sang Pencipta.

lanjut…

-daud adiprasetya