Allah yang rendah hati.

Dalam penciptaan, tampak nyata kerendahan hati Allah. Mengapa Dia mau “merepotkan diri” mencipta segala macam yang ada, termasuk segala sesuatu yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Padahal Allah tidak berkekurangan suatu apa pun. Allah sudah tidak butuh peningkatan, sebab Ia Mahatinggi. Tidak perlu dilengkapi sebab Ia Mahasempurna. Tetapi Allah yang sudah mempunyai sorga itu masih mau mencipta semesta alam.

Yang paling hebat sesungguhnya adalah ketika “tiba-tiba” Allah berkehendak atau mempunyai rencana, untuk menciptakan segala sesuatu yang ada. Memang hanya dengan sabda-Nya Allah mencipta, tetapi untuk selanjutnya dan seterusnya Ia membiarkan diri-Nya terikat oleh ciptaan-Nya. Memang semua ini misteri ilahi tetapi sudah jelas menunjukkan kesudian dan kerendahan hati-Nya.

Allah yang rajin.

Ketekunan Allah tergambar pada organ jantung yang terletak di dalam dada kita, dilindungi oleh tulang rusuk. Walaupun beratnya sekitar 200-300 gram saja, tetapi jantung bisa berkontraksi terus-menerus tanpa berhenti sedikit pun. Dengan sekali kontraksi sekitar 70 ml darah dikeluarkan. Jumlah kontraksi jantung kira-kira 70 denyutan per menit, yang mengalirkan darah 5 liter dari jantung ke seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa seperti halnya jantung, kuasa Allah tidak pernah berhenti. Dia berkarya bagi dunia, tetapi terkhusus bagi umat-Nya, dengan tujuan yang tinggi!

Allah yang jalan mendekat.

Anthony Colin, seorang pengarang Inggris terkenal, penulis buku yang berjudul Discourse Of Freethinking, pada suatu hari ia bertemu dengan seorang sederhana dan miskin sedang berjalan menuju gerejanya. Collin bertanya,”Ke mana Anda akan pergi?” “Ke gereja,” jawabnya.  Lalu Colin menanyakan sesuatu kepadanya dengan tujuan membingungkan imannya, ”Allahmu itu Allah yang besar atau Allah yang kecil?” Orang itu menjawab, “Dia sangat besar sehingga langit tak dapat memuat-Nya, dan Dia sangat kecil karena Dia dapat tinggal di dalam hatiku.”

-daud adiprasetya

lanjut…