Aturan dunia tidak berlaku di dalam Kerajaan Surga.

Dengan sangat gamblang dan ekstrim hal itu dipaparkan oleh Tuhan Yesus kepada seluruh umat manusia. Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur menjadi sangat menggelikan jika diterapkan dalam dunia usaha, dan nalar manusia. Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Adil bisa memberikan imbalan yang sedemikian tidak adilnya?

Kita melihat tadi, pekerja kebun anggur di dalam Kerajaan Surga, berapa pun lamanya bekerja tetap saja akan menerima upah yang sama. Ketika ada yang memprotes, maka segera mendapat penjelasan bahwa upah sudah sesuai janji.

Mengenai “imbalan” di dalam Kerajaan Surga ada dua hal yang patut dicatat:

  1. Tuhan memunyai kedaulatan penuh untuk menentukan apapun kepada setiap orang. Kita tidak boleh merasa iri, atau merasa sombong. Kita harus sama-sama merasa berbahagia telah diperhatikan, diikut-sertakan dan dihargai oleh Tuhan.
  1. Andai kita melayani pekerjaan Tuhan tanpa imbalan, kita sudah harus sangat berterimakasih, sebab merupakan peluang emas untuk merespons kasih karunia Tuhan yang limpah dalam Kristus Yesus. Apalagi jika mengingat bahwa dipekerjakan oleh Tuhan, berarti diberi kepercayaan untuk melakukan kerja sama dengan Tuhan sendiri. Kita diberi kemampuan, disucikan, untuk berkarya dalam Kerajaan-Nya yang mulia.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa hidup kita ini sebenarnya adalah hidup dalam syukur. Semua yang perlu sudah diperjuangkan oleh Kristus, semua yang kita butuhkan sudah dipenuhi Bapa Pengasih, semua yang harus dipertahankan dan dikembangkan, dilakukan oleh karya Roh Kudus.

Ayo jangan malas, berkomitmen melayani.

Siapa bilang meninggalkan dunia yang semrawut ini tidak senang? Bagi Paulus hal itu adalah suatu keuntungan, mestinya juga bagi kita semua. Bagi setiap orang “Tuhan sudah dekat”, sewaktu-waktu Dia datang atau kita yang dipanggil mendekat. Maka jika Tuhan masih menunda keduanya, jangan kita hidup tanpa makna.

Apabila Anda memperlakukan seseorang …. Seolah-olah dia adalah apa dia seharusnya dan dia memang bisa, maka dia akan menjadi apa yang seharusnya dan apa yang dia bisa. (Goethe)

Kalau kita perhatikan, Tuhan Yesus selalu memperlakukan anak-anak-Nya seperti itu, tak heran jika di dunia ini bermunculan orang-orang yang menurut penilaian kita lemah, tetapi ternyata berprestasi bagi sesama, antara lain:

–        Setelah kakinya diamputasi karena kanker, seorang pemuda Kanada yang bernama Terry Fox, berlari dengan satu kaki dari pesisir ke pesisir sepanjang Kanada, untuk mengumpulkan dana sebesar satu juta dolar untuk riset kanker. Ketika dia terpaksa berhenti di tengah jalan karena kanker menyerang paru-parunya, dia dan yayasan yang dirintisnya telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 20 juta dolar untuk riset kanker. (Chicken Soup For The Soul)

–        Franklin D.Roosevelt lumpuh karena polio pada usia 39 tahun. Meskipun demikian dia menjadi salah satu pemimpin Amerika yang paling dicintai dan paling berpengaruh. Dia terpilih menjadi presiden Amerika Serikat sebanyak empat kali. (Chicken Soup For The Soul)

“ Setiap hari aku hendak memuji Engkau dan hendak memuliakan namaMu untuk seterusnya dan selamanya.”  Mazmur 145:2.  Lakukanlah itu tanpa beban, tanpa pamrih, hanya karena hati melimpah dengan rasa syukur serta ingin melayani dengan sukacita.

-daud adiprasetya