di dadamu terpancar mata air cinta
gemericik menyirami resah dan gundah
menyejuki gelora yang meronta

di tanganmu tergenggam sehelai sutra yang lusuh
kau usapkan saat wajahku berpeluh
dan semangatku bangkit mengguruh

di matamu terpendar sepasang cahaya bening
menembus rongga persembunyianku yang hening
hingga nyala sumbu batinku yang lunglai kering

di kakimu terjulur gurat dan urat yang membiru
di sela keriput yang melisut seiring waktu
terus bertelut memandu jalan penuh liku

di jejakmu terukir kisah ribuan makna
yang terenda di bentangan cakrawala
dan aku memetiknya… demi cinta semata

– grace kartika

jakarta, 5 oktober 2011