Halaman ini adalah ruang belajar menulis buat kita. Halaman ini khusus membahas tulisan Jeremia Ade Tjandra yang diasuh oleh Syarif Oppusunggu . Dan Teman-Teman silakan memberi kritik membangun, masukan bermanfaat, komentar, bertanya… terlibat dalam diskusi, belajar bersama.

Ayo tulis🙂

adminTulis

“Gue Boleh Nampar, Loe Ga Boleh Bales!”

Terinspirasi dari sebuah kisah sederhana :

Suatu sore Jeremia memasuki area parkir sebuah Mall. Antrian hari itu cukup panjang, belasan motor berbaris menunggu giliran masuk ke area parkir. Ditengah sedang menunggu antrian dengan tenang, tiba-tiba sebuah motor menyerobot masuk ke posisi didepan motornya. Seorang bapak dengan istri dan anaknya. menyelonong mendahului dengan wajah tanpa dosa dan pura-pura tidak tahu. Hati hampir kesal, tetapi tetap diam.”Ya sudahlah, mungkin Tuhan sedang mengajar untuk lebih sabar”, pikirnya.Tetapi beberapa saat kemudian sebuah pengertian masuk ke hati dan pikirannya. Sebuah pengajaran yang sederhana. Bapak itu tidak merasa bersalah saat mendahuluiku di antrian parkir ini, tetapi kalau saja bapak itu yang ada di posisiku, dan aku di posisinya, apakah dia tidak marah ketika aku menyerobot mendahuluinya?

Ya, SANGAT SEDERHANA. Terkadang kita hidup dengan prinsip “kalau aku yang menjahati, tidak masalah, tetapi kalau aku yang dijahati, hmm..masalah besar ! “. Banyak kali saya hanya bisa tertawa kecil, sambil menggelengkan kepala ketika melihat fenomena di sekeliling saya. Suka mengkritik, tetapi dikritik sedikit saja sudah seperti orang kesetanan. Suka menghakimi, tetapi tidak pernah terima ketika orang lain menghakimi hidupnya. Suka bergosip, tetapi sangat marah ketika mendengar dirinya digosipkan. Suka menyalahkan orang , tetapi tidak pernah mau dipersalahkan. Suka meremehkan, tetapi tidak mau diremehkan. Bahkan orang dunia pun tahu tentang hukum tabur tuai, bahwa apa yg ditabur orang, itulah yg akan dituainya. Didalam bahasa dunia yang lain, kita mendengar istilah “hukum karma”. Bagaimana pendapat Anda ttg hal itu? Apakah yg orang katakan tentang “tabur-tuai” atau “hukum karma” memang benar adanya? atau hanyalah mitos?
Mari kembali kepada dasar yang benar. LUKAS 6:31
“Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu,  perbuatlah juga demikian kepada mereka.”

Dengan kata lain, apa yg Anda ingin orang lain perbuat kepada diri Anda, perbuatlah juga seperti itu ke orang lain. Apa yg Anda tidak ingin orang lain perbuat kepada Anda, janganlah perbuat itu juga kepada orang lain. Secara lebih sederhana, jika Anda ingin dikasihi oleh orang lain, maka hiduplah dengan mengasihi, dan jangan justru menebar kebencian. Jika Anda ingin diberi, maka belajarlah untuk murah hati, belajarlah memberi. Dan jika kita tidak ingin dimaki, mengapa Anda dan saya seringkali memaki orang seenaknya? Jika kita tidak ingin dikata-katai dengan kasar, mengapa Anda dan saya seringkali mudah untuk mencemooh orang dengan kasar dan tajam? Namun saya tidak bermaksud untuk berkata “kalau begitu kita lihat sikap orang itu, kalau dia baik, ya saya baik”, tetapi kalau orangnya cari perkara, ya saya lebih kasar lagi ke dia!”. Untuk urusan sejenis ini, saya tidak ingin mengajak siapapun berdebat, karena ini adalah tentang ideologi. Namun ijinkan saya mengajak untuk kembali melihat pada dasar yang benar :

LUKAS 6:28
“Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.”

LUKAS 6:33
“Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.”

Ya! Apa artinya predikat sebagai “anak Tuhan”, jika Anda dan saya berbuat tidak berbeda dengan dunia ini?! Bukankah Firman Tuhan dengan jelas mengajar kita :

Lukas 6:37
“Janganlah kamu menghakimi , maka kamupun tidak akan dihakimi.  Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi………”.

Izinkan dengan perenungan ini, hati Anda kembali diingatkan kepada kebenaran yang sebenarnya. Apakah hari-hari Anda sejauh ini tidak cukup baik? Atau walaupun Anda dapat tertawa lebar, tetapi “sebenarnya” banyak masalah terus menghantam Anda?! Renungkanlah bagaimana Anda dan saya bersikap. Sebuah contoh yang sangat sederhana, Anda tentu tidak ingin kekasih Anda berseliingkuh. Jadi janganlah Anda melakukannya. Jika saya ingin kekasih saya setia, maka saya harus setia kepadanya dengan sangat serius!
Saya menemui orang yang tidak ingin ditipu, tetapi aktivitasnya sehari-hari menipu terus-terusan, HOW COME? Saya melihat juga, seorang wanita yang saya tahu pasti dia tidak mau diselingkuhi, namun wanita ini sendiri memiliki dua kekasih. HOW COME? Dari semua yang saya beberkan,  apakah Anda menangkap akar permasalahannya? Ini adalah tentang persoalan ketika Anda berfokus hanya pada dirimu sendiri. Egosentrisme, atau dalam bahasa mudahnya “EGOIS”. Saya hanya dapat berkata bahwa jika dan hanya jika kita mau melihat kedalam hati kita sendiri, maka pemulihan, terobosan, revival, bahkan kemakmuran akan nyata.

TIDAK MUNGKIN SEBUAH REVIVAL TERJADI, BILA ANDA TIDAK TURUT MENGAMBIL BAGIAN DALAM REVIVAL ITU.

LUKAS 6:45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

Tuhan Yesus mengasihimu.