You are currently browsing the category archive for the ‘Tuhan Datang Untuk Membebaskan’ category.

Zaman keemasan
Dalam Ibrani 1:1,2  Allah menyatakan bahwa jika pada zaman dahulu berbicara kepada umatNya melalui para nabi, maka di zaman akhir Ia berfirman dengan perantaraan Anak-Nya. Menarik bahwa Allah mengutus Anak-Nya pada zaman akhir, untunglah bukan pada akhir zaman. Sebab dua hal itu sangat berbeda. Akhir zaman sama dengan kiamat yang ditandai  kedatangan Kristus yang ke dua nanti, sedangkan  zaman akhir yaitu zaman yang terakhir, bisa melewati ratusan tahun. Saat ini  kita berada di dalamnya, zaman kemurahan Allah, zaman perkenan Allah, sebab kita masih diberi kesempatan untuk bertobat, mengenal dan memperkenalkan Allah yang sudah inkarnasi menjadi manusia Yesus, sang pembebas umat manusia. Mungkin saja zaman akhir masih  sangat panjang, tapi bagaimana dengan usia kita? Kalau begitu hidup ini kita buat yang seimbang! Itu berarti kita juga harus mau membuka jendela jiwa bagi kehadiran Yesus.

Mau mengenal Yesus lebih jauh?
Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta, karena Allah hanya berfirman lalu segalanya ada. Maka kita mencinta, menghargai dan memberi tempat seluas-luasnya kepada firman Allah dalam seluruh hidup ini, sebab kita juga menjunjung tinggi Yesus Kristus, Firman Allah yang sejati. Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah. Allah yang transenden, jauh dan Maha Mulia  bagai matahari yang tak terhampiri, di dalam Yesus Kristus sudah menjadi Allah yang imanen, sangat dekat sehingga bisa dilihat dan diraba. Yang kita sembah sebagai Allah itu sekarang sudah mau angkat saudara dengan kita,  menjadi manusia seperti kita, hanya tanpa dosa. Ia disebut Anak Allah sebab mewakili Allah, tapi juga Anak Manusia sebab mewakili manusia. Maka dalam Ibrani 1:3 dikatakan bahwa Ia mengadakan penyucian dosa, kemudian duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar. Dengan demikian Yesus mempunyai peran ganda yang menguntungkan dua pihak, maka Yesus selalu dipandang sangat penting oleh Allah, terlebih oleh manusia. Yesus Kristus melebihi malaikat mana pun yang ada, sebab Ia adalah sang pengantara yang agung. Darah-Nya mempertemukan kita dengan Allah, dan Nama-Nya kita sebut dalam setiap doa. Dia seperti jari tangan untuk kecapi, tiupan nafas bagi seruling. Sumber untuk sumur, dan bunga bagi lebah. Seperti minyak yang dibutuhkan mesin, dan uang tebusan untuk budak belian. Ibu Teresa berkata, ”Jesus is my God. Jesus is my Husband. Jesus is my Life. Jesus is my Only love. Jesus is my all !”

– daud adiprasetya

Iklan

Apakah yang paling mendatangkan sukacita bagi umat Tuhan waktu itu?
Bukan karena masa pembuangan di Babil segera berakhir. Juga bukan karena akan segera pulang ke negeri asal. Yang paling mendatangkan sukacita, berita besar untuk seluruh umat Tuhan saat itu adalah  bahwa Tuhan kembali ke Sion!  (Yesaya 52:8).

Bagi umat yang religius hal ini sangat penting. Nasib buruk selama ini dihayati sebagai hukuman Tuhan, bahwa Tuhan sedang marah dan meninggalkan bahkan membuang mereka jauh-jauh. Tuhan  tidak sudi berurusan dan tinggal bersama mereka, dan Sion tidak lagi menjadi kebanggaan mereka. Maka, suatu kejutan rohaniah yang dahsyat, rekonsiliasi  terjadi, keberpihakan Allah yang didambakan menjadi kenyataan, Tuhan mau kembali ke Sion! Roh Tuhan, pribadi Tuhan, hadirat Tuhan akan dapat dirasakan kembali di pusat bahkan di puncak Tanah Perjanjian!  Kalau sudah begitu, maka sukacita yang lain segera boleh menyusul, Yerusalem yang sudah menjadi puing akan dipulihkan (ayat 9). Maka umat Tuhan yang sudah kehabisan air mata diobati oleh penghiburan-Nya, bangsa pilihan Tuhan yang rendah diri sekarang boleh mengangkat muka di hadapan semua bangsa! (ayat 10).

Demikianlah jika Tuhan  membebaskan, Ia mau dan berkuasa membebaskan secara sempurna! Natal juga menjadi perayaan besar, jika kita bisa melihat uluran tangan-Nya yang menyembuhkan, memulihkan dan membebaskan! Luas dan lengkap!

Cara membebaskan yang ajaib!
Tuhan mau terbelenggu supaya bisa membebaskan! Itu sebabnya maka sang Firman yang adalah Allah bersedia menjadi manusia.  Ada seorang anak laki-laki yang masih di TK, suatu hari berteriak-teriak kepada barisan semut, supaya belok kanan sebab di sana ada remah-remah roti kering. Rupanya barisan semut tidak mengerti bahasa manusia, mereka tidak mau belok kanan seperti yang diinginkan anak itu tetapi malah jalan lurus lalu masuk ke lubang yang sempit. Kepada anaknya yang kecewa itu sang ibu memberitahu demikian, ”Kalau menghendaki barisan semut belok ke kanan, hanya ada satu cara yaitu kau harus menjadi seekor semut kemudian memimpin mereka!”

Misteri sang Firman  yang selama ini kita yakini sebagai Allah Putera, yang mengenakan kemanusiaan Yesus, sungguh mendatangkan kekaguman yang sangat besar. Bagaimana rahasia besar itu dapat dijelaskan sedapat mungkin, dengan cara sesederhana mungkin? Firman atau perkataan selalu penting, sebab membuat kita bisa mengetahui isi hati seseorang. Memang perkataan manusia penuh dusta dan kepalsuan, patut diragukan sebab sering tidak cocok dengan isi hati. Tapi bagaimana dengan Allah? Firman-Nya  pancaran hati yang sejernih-jernihnya dan sejujur-jujurnya. Jika Allah berkata,  “Aku mengasihi engkau”, begitulah isi hati-Nya!

Sekarang sang Firman itu sudah menjadi daging, manusia Yesus Kristus. Maka segala perkataan dan kiprah hidup-Nya mengungkap hati Allah serta memperkenalkan siapa dan bagaimanakah Allah yang roh itu. Kalau begitu hidup dalam Yesus Kristus berarti hidup dalam persekutuan yang seakrab-akrabnya dengan Allah, sebab kita bisa berdekatan dengan hati, firman dan karya Allah. Sebab di dalam Kristus Yesus kita juga memperoleh pembebasan yang sempurna atas kuasa dosa, iblis dan maut. Hari Natal sangat penting sebab kepada kita ditegaskan bahwa sang Firman itu sudah menjadi manusia, dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yohanes 1:14).

– daud adiprasetya

lanjut…



Harus diakui berasal dari Tuhan
Meskipun kebebasan itu diberikan oleh seorang raja, tetapi harus dilihat  sebagai campur tangan bahkan pemberian dari Tuhan sendiri! Selaku anak Tuhan kita perlu memiliki kepekaan untuk melihat dan merasakan adanya alur ilahi seperti itu. Jika tidak demikian, maka kita sudah menjadi sama dengan orang dunia yang tidak beriman. Ada anjuran untuk membiasakan diri seperti ini, jika menerima hal-hal yang menggembirakan dan menguntungkan segera kita memuji Tuhan Yang Maha Baik. Jika kesusahan menimpa kita, jangan tergesa menyalahkan Tuhan. Namun jika  kita juga tidak bisa menyalahkan diri sendiri, percayalahlah bahwa pasti ada maksud baik dari Tuhan di balik kesusahan yang kita alami. Mohonlah punggung yang kuat untuk dapat menanggungnya.

Untuk segala sesuatu ada masanya
Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 3:1 ini harus kita pegangi dalam penantian kita. Ya, menanti tindakan Tuhan merupakan bagian dari iman yang benar, sebab mengandung penyerahan diri dan keyakinan bahwa yang berasal dari Tuhan selalu yang terbaik. Berakhirnya keberadaan umat Tuhan di Babil, Tuhanlah yang menentukan masanya. Jika sampai berlama-lama, bukan karena Tuhan alpa, atau karena Tuhan sedang mempermainkan perasaan umatNya. Apalagi karena Tuhan tidak mampu membebaskan, sama sekali tidak. Tidak ada yang lebih baik dari “waktu Tuhan” dalam segala hal, di bawah langit ini. Karena Tuhan tinggi di atas sana sehingga melihat segala sesuatu secara jelas dan menyeluruh, tapi  Maha Tinggi Tuhan adalah sifatNya yang hakiki sehingga tak ada yang dapat menandingi pengetahuan serta hikmatNya.

– daud adiprasetya

lanjut…

Konon pada zaman dulu, ada seorang hamba Tuhan yang ikut hadir dalam sebuah pasar budak belian. Dia tidak hanya menjadi penonton, tapi ikut membeli seorang budak. Dia  berhasil membeli seorang budak laki-laki yang tegap dengan kulit hitam yang mengkilat. Tapi sungguh di luar dugaan, setelah menyelesaikan transaksi pembelian langsung saja ia merobek-robek Surat bukti pembelian budak itu sambil berkata, “Mulai hari ini kau  tidak berstatus budak lagi, pergilah ke manapun kau mau, jalanilah hidup ini sesuka hatimu!” Mendengar penjelasan “tuannya yang baru” itu pria berkulit hitam itu  terperangah dan sangat terharu, sebab selama hidupnya belum pernah ia menjumpai seorang yang begitu mulia hatinya, mau mengorbankan  jumlah  besar uangnya hanya untuk menghadiahi kebebasan  seorang yang belum dikenalnya.

Demi menerima anugerah besar itu, maka pria hitam itu berlutut mohon diizinkan  melayani sang pahlawannya yang dermawan tadi dalam sisa hidupnya. Tentu saja permintaan itu ditolak dengan tegas sebab sang hamba Tuhan itu membebaskan tanpa pamrih. Setelah ulangkali pria kulit hitam itu memohon dengan sangat, disertai ketulusan hati  melayani sebagai ungkapan terimakasihnya, maka pada akhirnya dia diterima, tidak sebagai budak tapi saudara angkat hamba Tuhan itu.

Peristiwa di atas setidaknya dapat menjelaskan kepada kita selaku pengikut Kristus, untuk melayani Dia sebagai ungkapan syukur sebab sudah terlebih dahulu menerima anugerah keselamatan, dibebaskan dari belenggu dosa. Tuhan sudah datang untuk membebaskan, maka sekarang kita menyambut Tuhan dengan penuh sukacita dan rasa syukur yang mendalam. Kita melayani sebagai orang yang bebas, kita merasa bangga dan terhormat menjadi hamba dari Tuan, sang pemilik hidup kita yang sejati.

Kabar baik yang paling baik!
Dalam hidup ini kita pandai berbasa-basi. Meskipun kita sedang dalam kondisi yang kurang baik, tapi jika ada yang menanyakan kabar kita, maka biasanya kita jawab saja “baik” bahkan belakangan ada trend “luar biasa!” Umat Tuhan di tanah pembuangan Babil waktu itu mendapat kabar yang  sangat baik, sehingga sang pembawa kabar patut mendapat pujian! Meskipun di tanah pembuangan itu mereka boleh hidup agak longgar serta mendapat banyak fasilitas, tetapi kenyataan menunjukkan bahwa mereka adalah tawanan perang. Mereka berstatus sebagai tawanan yang dikuasai bangsa lain serta tidak mempunyai kebebasan untuk berbangsa dan bernegara sesuka hati. Akhirnya, suatu hari Koresh raja Persia benar-benar mengizinkan mereka untuk boleh meninggalkan Babil pulang ke negerinya sendiri! Ini adalah kabar baik yang paling baik!

– daud adiprasetya

lanjut…

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 2.611 pengikut lainnya

Ayooo ikut Tulis… :)

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Blog Stats

  • 34,298 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: