You are currently browsing the category archive for the ‘cerpen’ category.

Hmmm… aku tersenyum setiap kali mengingat liburanku akhir Desember 2010. Itu kunjunganku yang pertama kalinya ke Pulau Sulawesi, ke Toraja, Sulawesi Selatan, sendirian pula… .

Di hari pertama aku tiba di Rantepao, Aleks, sahabatku orang Toraja itu berpesan, “… kalau Ibu mau ke Bua, tunggu saja di pertigaan tadi di jalan keluar dari Tangmentoe, sepeda motor yang turun dari atas, itu ojek, kalau turun beri saja dua ribu rupiah, pulangnya karena jalannya naik… tiga ribu, lalu setelah itu di Bua Ibu menyeberang naik Mobil yang dari Makale turun di Kantor Sinode… dua ribu… .”

Esok paginya, aku berjalan dari tempatku menginap, Tangmentoe, sebuah tempat pelatihan dan peristirahatan di puncak sebuah bukit, menyusuri jalan kecil menurun ke pertigaan jalan yang dimaksud Aleks. Baru saja aku sampai di pertigaan jalan itu… ada sepeda motor turun, aku memberi tanda kepada pengemudinya dan dia berhenti… rapi orangnya… bersepatu kulit mengkilat… masih muda…

Dengan tenang aku menyeberang jalan menghampirinya, tersenyum ramah dia bertanya, “Ibu mau ke mana?” “Saya mau ke Kantor Sinode, Jalan A. Yani, bisa?” Sahutku. “Wah, saya tidak tahu tempatnya Bu, tapi saya bisa antar sampai ke depan… .” Aku naik, dan dia berbaik hati mengantar bahkan menyeberangkan sesampai di Bua, “Ibu naik mobil di sini…” Aku turun dan mengambil dompet… “Oh, ndak, ndak…” katanya tersenyum… . “Oh, maaf, maaf,” sahutku tersipu malu, “Banyak terima kasih, ya!” … Pantas rapi sekali, bersepatu…

Beberapa hari kemudian aku baru tahu dari Friska, keponakan Ibu Liling yang mengurusi tempat aku menginap, bahwa orang itu adalah Pak Guru yang mengajar di SD Negeri di atas sana… . Aku bertanya kepada Friska, “Bagaimana membedakannya, yang mana yang tukang ojek?” “Oh, yang bapak-bapak… ,” sahutnya. “Yang ini?” Tanyaku menunjuk pengemudi sepeda motor yang lewat. “Bukan,” jawabnya ketawa… .

Akhirnya aku pernah juga ke Kantor Sinode diantar oleh pak tani yang hendak ke pasar, “Ke BPS, ya Bu?” Pernah juga seorang bapak berseragam TNI berhenti melihat aku berdiri menanti ojek di pertigaan tersebut, dan berbaik hati mengantarku sampai ke Bua… sepanjang jalan setiap orang yang berpapasan dengan kami menyapanya, “Selamat pagi Pak Komandan!” …

Hahaha… baik sekali, keramahan Toraja yang tak terlupakan…! Membuat aku ingin kembali lagi satu hari… nanti.

-eva kristiaman

Iklan

Sore itu di jam pulang kantor, kereta api yang aku tumpangi bergerak dari stasiun Parramatta menuju Sutherland, Sydney. Bersyukur aku masih mendapat tempat duduk. Aku menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya cepat, tubuhku terasa lemas, tenaga serasa terkuras selesai wawancara kerja dari pagi jam sebelas hingga jam satu siang di Castle Hill—yang jarak tempuhnya ke Parramatta dua jam lebih dengan bis.

Aku menghela nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya pelahan, duduk bersandar,  mengendorkan otot-otot kaki dan badan, berusaha menyiapkan diri untuk menghadapi wawancara kerja sebentar malam di Sutherland. Namun suara cecaran pertanyaan tajam salah satu pewawancara tadi memenuhi benakku, bercampur suara protes keras di batinku tak terima hak-hakku dilanggar… gemuruhnya seolah mengalahkan gelegar canda tawa para pelajar yang berdiri berdesakkan di depan tangga di dalam kereta dua tingkat itu. … Air mata mulai merebak di mataku… .

Dari tempat dudukku di deretan sebelah kiri itu, aku melayangkan pandanganku ke jendela sebelah kanan, menembusi bagian atasnya yang terbuka, terlihat langit berwarna lembayung… Awan yang berarak-arakan tertimpa sinar matahari yang akan terbenam… Hmmm… cantik!…  Seketika kelelahan dan ketegangan terasa mereda bersamaan dengan luruhnya kemarahan di dalamku. Dengan pelahan aku menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelahan… “Terima kasih untuk alam indah ciptaan-Mu ya Tuhan,” bisikku kepada-Nya di hati, air mataku meleleh pelan… tenteram.

🙂 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu dan janganlah beri kesempatan kepada iblis. 

eva kristiaman

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 2.611 pengikut lainnya

Ayooo ikut Tulis… :)

Kesalahan: Pastikan akun Twitter Anda publik.

Blog Stats

  • 34,298 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: