You are currently browsing the category archive for the ‘REFLEKSI’ category.

  • Seistimewa Maria Magdalena

Hatinya sedih terkoyak
Seiring langkahnya mengikut Yesus
Dari saat diadili hingga dipaku
Di kayu salib di bukit Tengkorak

Berdiri dekat salib Yesus
Hingga Yesus menyerahkan nyawa-Nya
Diturunkan dari salib, dikafani,
Dikuburkan dalam kubur yang dijaga ketat.

Tiga hari sudah ia berduka
Pagi buta menuju kubur Yesus
Namun kubur telah terbuka
Jasad Yesus tidak ada di sana

Malaikat berkata Yesus telah bangkit!
Ia tersedu bingung bercampur duka
“Maria!” … itu suara khas Yesus!
Yesus menjumpainya sebelum menemui Bapa-Nya!

Duka dan air matanya sirna
Suka cita tak terkira
Berlari  membawa berita,
“Yesus bangkit! Aku berjumpa dengan-Nya!”

– eva kristiaman

  • Secantik seindah Maria

Maria masuk ruangan makan
Sebotol minyak wangi mahal di genggaman
Harta miliknya yang paling berharga
Untuk yang paling berharga di hidupnya

Yesus, ya hanya Yesus…

Dibukanya sumbat botol itu
Dituangkan dengan segenap hati dan kasih
mengurapi Yesus

Pengikut Yesus yang hadir tak mengerti
Pemborosan! Semahal itu dibuang percuma!
Hanya Yesus yang mengerti
Yesus melihat hati

Maria kenal hati Yesus
Ia terus mendengarkan perkataan Yesus
Ia jelas waktu Yesus telah tiba
Ini persembahan syukur terakhirnya bagi Yesus

Yesus berkata, “… ia telah melakukan suatu perbuatan yang indah pada-Ku. … dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, Ia membuat persiapan untuk penguburan-Ku. Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” – Matius 26:10-13

– eva kristiaman

(bersambung)

  • Tetap Maria bukan Marta

Dini hari Ia membuka telingaku
Ia mempertajam pendengaranku
Memberi pengertian dan tuntunan
Kata-kata yang perlu disampaikan

Setelah sarapan aku jalan ke taman
Sepanjang jalan menaikkan pujian bagi-Nya
Duduk di bangku taman
Menulis jurnal untuk Tuhan.

Menikmati hangatnya sinar mentari pagi
Merdunya kicau aneka burung
Kilaunya dedaunan pohon rindang
Tenangnya air sungai mengalir

Angin sepoi berhembus sejuk
Ia hadir berbisik lembut
Suka cita dan damai sejahtera-Nya
Memenuhi hati menyambut hari bersama-Nya!

– eva kristiaman

(bersambung)

  • Jadi Maria bukan Marta

“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama Aku.” – Wahyu 3:20

Sudah terlalu lama Ia menanti
Sabar mengetuk pintu hatiku tiada henti
Ia begitu ingin memiliki relasi akrab
Denganku

Ahh… mengapa aku baru mengerti
Aku segera bertobat
Meninggalkan cara hidup kristenku yang lama
Menggantinya dengan yang baru

Kudengar ketokan di muka pintu
Kubuka pintu dan Ia masuk
Ia masuk mendapatkanku
Aku dipeluk-Nya erat, kasih-Nya menguasaiku

Aku bahagia, bahagia sekali!
Kasih-Nya padaku sebesar penderitaan-Nya bagiku!
Tak terhingga, tak terkatakan!
Ia duduk makan bersamaku menatapku penuh kasih!

– eva kristiaman

(bersambung)

“Yesus dan para murid melanjutkan perjalanan ke Yerusalem, mereka tiba di sebuah desa dan Marta menyambut Dia di rumahnya. Marta sibuk masak di dapur. Saudara perempuannya, Maria, duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya.” (diceritakan kembali oleh penulis)

  • Bukan Maria bukan Marta

Memutuskan memilih seperti Maria bukan Marta,
Tapi ini bukan Maria juga bukan Marta.
Duduk dekat kaki Yesus memang,
Tapi sibuk mendengarkan yang lain:

Pikiran-pikiran perasaan-perasaan
Masalah-masalah kesedihan-kesedihan
Tantangan-tantangan keributan-keributan
Kekuatiran-kekuatiran ketakutan-ketakutan

Apa kata orang dan orang berkata apa
Mungkin begini mungkin begitu
Bagaimana kalau dan kalau saja
Silih berganti tanpa henti

Menyerbu menyerang merebut menggeser
Menempati detik-detik menit-menit
Kala duduk dekat kaki Yesus!
Tatapan kasih itu, ya tatapan kasih itu!

Oh tidak ada yang seperti Dia!

– eva kristiaman

(bersambung)

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 2.612 pengikut lainnya

Ayooo ikut Tulis… :)

Kesalahan: Pastikan akun Twitter Anda publik.

Blog Stats

  • 33,869 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: