JURNAL

Ambil alat tulis dan kertas. Tulis selama lima hingga sepuluh menit langsung dari otak ke pena dan kertas. Tanpa berhenti dan tidak perlu mempedulikan tanda baca, sistimatika, tata bahasa. Tulis terus dan biarkan aliran pena mengikuti aliran otak saat itu hingga waktu yang diinginkan.

Lakukan tiap hari. Simpan untuk dirimu. Jurnal ini akan berguna untuk satu saat nanti ketika membuat tulisan. Selain itu kamu akan mengalami tiap kali seusai melakukannya, terasa segar dan bebas.

Bila rutin dilakukan dengan sendirinya akan berkembang menjadi renungan atau percakapan yang makin dalam. Tulis…🙂

GAMBARKAN BUKAN MEMBERI TAHU

Untuk menulis cerita gunakan kalimat-kalimat yang menggambarkan suasana, ekspresi, pikiran, perasaan, … biarkan pembaca yang menyimpulkan. Ini salah satu kunci penting yang membedakan antara menulis cerita dengan menulis artikel. Membiasakan diri untuk mengamati dan merekam aksi, reaksi, jalan pikiran, intonasi, keindahan, kesedihan, keagungan, … akan sangat menolong saat menulis. Pelajaran “mengarang” di Sekolah Dasar kita seringkali adalah menulis artikel bukan menulis cerita, karena menerangkan bukan menggambarkan. Salah kaprah memang😦

TARGET PEMBACA

Sebelum menulis, tentukan siapa target pembaca tulisan yang akan kamu tulis. Ini menolong kamu untuk menggunakan level bahasa dan pola pikir yang tepat. Misalnya, untuk anak, anak usia berapa sampai berapa, anak yang tinggal di kota, atau di pelosok. Bila target pembacanya jelas, akan menolong pesan utama di hati Penulis disampaikan tepat sasaran ke hati Pembacanya. Mengena. Komunikatif. Terarah. Fokus. Jelas.