You are currently browsing the tag archive for the ‘Dosa’ tag.

Kazainak adalah seorang kepala suku yang tinggal di pegunungan Greenland. Suatu hari dia memasuki pondok di mana seorang misionaris sedang menerjemahkan Injil Yohanes. Dia ingin tahu apa yang misionaris itu sedang kerjakan; dan ketika misionaris itu memberitahu bahwa tanda-tanda dan kata-kata yang dia buat itu dapat berbicara, kepala suku itu ingin tahu apa isinya. Missionaris itu membacakan kisah penderitaan Kristus. Tiba-tiba kepala suku itu bertanya, “Apa yang dilakukan orang ini? Apakah dia merampok? Apakah dia membunuh seseorang?”  “Tidak,” jawab misionaris itu. “ Dia tidak merampok siapa pun, tidak membunuh siapa pun, Dia tidak pernah melakukan kesalahan apa pun.”  “Kalau begitu, mengapa Dia harus menderita? Mengapa Dia harus mati?”  “Dengarkan,” ujar misionaris itu. “Orang ini tidak berbuat salah; tetapi Kazainak membunuh saudaranya. Kazainak membunuh anaknya, Orang ini menderita; Dia mati agar Kazainak tidak mati.” “Katakanlah kepadaku cerita itu lagi,” ujar kepala suku yang keheranan itu, dan saat misionaris itu menceritakan kasih Tuhan Yesus baginya, seorang pendosa, dia memberikan hatinya kepada Allah. Darah Yesus telah menghapus dosa-dosanya dan dosa setiap pendosa. (Gospel Herald)

Paling berdosa di antara orang berdosa. Itulah pernyataan Paulus tentang dirinya sendiri. Menjadi menarik sebab pernyataannya itu berdasarkan pengalaman masa lalunya. Bahwa tadinya dia itu seorang penghujat, penganiaya, seorang yang ganas. Ada satu hal lagi yang membuat Paulus bukan apa-apa di dalam persekutuan umat Tuhan, yaitu bahwa dia tidak beriman, maka tidak mengasihi Tuhan Yesus.

Iman dan kasih adalah pasangan yang sangat penting untuk kita miliki. Saya baru terima kata-kata indah tentang iman dan kasih.  Iman membawa hidup kita ke sorga. Kasih membawa sorga ke dalam hidup kita. Iman memberi kita kekuatan. Kasih mendorong kita menguatkan banyak hati yang lelah.

Paulus yang kemudian menjadi orang beriman yang mengasihi Kristus, tentu saja sudah beroleh pengampunan yang besar dari Allah yang besar. Buktinya apa? Dia dianggap setia oleh Tuhan, sehingga diberi kepercayaan untuk melayani pekerjaan Tuhan. Akhirnya, kita diperbolehkan untuk mengetahui rahasia sukses Paulus sebagai hamba Tuhan, yaitu kesabaran Allah yang tampak nyata di dalam hidup Paulus, bahwa dia tidak dibuang Allah seperti pakaian compang-camping, tetapi telah diampuni, dan dibarui. Pemuda sombong yang semula membenci Yesus itu telah diubah menjadi hamba-Nya yang setia.

Pengakuan dosa Daud mengungkap pengampunan Allah yang besar
Daud terkenal karena kesalehan dan kesalahannya, kuasa dan dosanya. Daud memperkenalkan Allah yang memberi kemenangan dan pengampunan. Kebejatan Daud mengisyaratkan bahwa setiap orang berpotensi menjadi pelaku dosa yang menjijikan di depan mata Tuhan, yang melihat lebih jelas dari pelakunya. Tapi yang kita sangka jalan buntu, di dalam Tuhan sering hanya sebuah belokan saja. Kaca depan sebuah mobil selalu lebih besar dari kaca spion, karena di dalam Tuhan masa lalu tidak pernah sepenting  masa depan !

– daud adiprasetya

Iklan

Itu jugalah yang ditegaskan Yesus. Perhatikanlah perkataan Yesus:
Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum. (Yoh. 16:8-11, TB).

Dalam Alkitab BIS tertulis: “Roh Kudus akan menyatakan kepada dunia arti dosa yang sebenarnya, apa yang benar, dan hukuman Allah. Ia akan menyatakan bahwa tidak percaya kepada-Ku adalah dosa; bahwa Aku benar, karena Aku pergi kepada Bapa dan kalian tak akan melihat Aku lagi; dan bahwa Allah sudah mulai menghukum, sebab penguasa dunia ini sudah dihukum.”

Di sini jelaslah bahwa dosa bukanlah sekadar kesalahan manusia kepada Allah. Bukan, bukan hanya itu! Dosa sejatinya merupakan putusnya hubungan manusia dengan Allah. Manusia jatuh ke dalam dosa saat dia mengambil keputusan untuk melawan Allah. Yesus merupakan jembatan antara manusia dan Allah. Sehingga, orang yang tidak percaya kepada Kristus tetap ada dalam dosanya dalam arti tetap dalam keadaan putus hubungan dengan Allah. Dan jika kita percaya kepada Kristus itu berarti kita tahu bahwa Dia benar dan penguasa dunia telah dikalahkan-Nya.

Yang juga penting ialah Roh Kudus disebut juga Roh Kebenaran karena Ia akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (Yoh. 16:13). Dia memimpin kita. Artinya, bukan kita yang memimpin, melainkan Rohlah yang memimpin. Persoalannya ialah apakah kita rela dipimpin oleh Roh? Dipimpin berarti menyerahkan wewenang penuh kepada pihak lain. Menyerahkan kedaulatan penuh kepada pihak lain untuk mencari jalannya.

Sesungguhnya membiarkan diri dipimpin Roh Kudus merupakan tindakan yang logis karena Dia akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Dalam hidup ini memang ada kebenaran-kebenaran, tetapi Roh Kudus akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran. Artinya, tindakan orang-orang yang menyerahkan dirinya dipimpin Roh Kudus memang tidak mungkin salah karena semuanya serbakebenaran.

Bukankah ini yang sering kali menjadi persoalan dalam hidup manusia. Kita sering sulit mengambil keputusan. Sekali lagi, kita takut salah. Oleh karena itu, inilah jalan terlogis: biarlah diri kita dipimpin oleh Roh Kudus.

– yoel m. indrasmoro

(bersambung)

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 2.611 pengikut lainnya

Ayooo ikut Tulis… :)

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

Blog Stats

  • 34,862 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: