You are currently browsing the tag archive for the ‘REFLEKSI’ tag.

“Yesus dan para murid melanjutkan perjalanan ke Yerusalem, mereka tiba di sebuah desa dan Marta menyambut Dia di rumahnya. Marta sibuk masak di dapur. Saudara perempuannya, Maria, duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya.” (diceritakan kembali oleh penulis)

  • Bukan Maria bukan Marta

Memutuskan memilih seperti Maria bukan Marta,
Tapi ini bukan Maria juga bukan Marta.
Duduk dekat kaki Yesus memang,
Tapi sibuk mendengarkan yang lain:

Pikiran-pikiran perasaan-perasaan
Masalah-masalah kesedihan-kesedihan
Tantangan-tantangan keributan-keributan
Kekuatiran-kekuatiran ketakutan-ketakutan

Apa kata orang dan orang berkata apa
Mungkin begini mungkin begitu
Bagaimana kalau dan kalau saja
Silih berganti tanpa henti

Menyerbu menyerang merebut menggeser
Menempati detik-detik menit-menit
Kala duduk dekat kaki Yesus!
Tatapan kasih itu, ya tatapan kasih itu!

Oh tidak ada yang seperti Dia!

– eva kristiaman

(bersambung)

Iklan

“TIK TAK TIK TAK”
Ayo cepat bangun, mandi, berpakaian, lalu sarapan,
“TIK TAK TIK TAK”
cepat berangkat dan jangan nakal di sekolah.

“TIK TAK TIK TAK”
Pelajaran, ulangan, dan pekerjaan rumah,
“TIK TAK TIK TAK”
les piano, bahasa Inggris, kumon, matematika.

“TIK TAK TIK TAK”
Banyak yang ingin aku ceritakan,
“TIK TAK TIK TAK”
sudah malam, kapan Papa Mama pulang?

“TIK TAK TIK TAK”
Sibuk dan sibuk, tidak ada waktu untukku,
“TIK TAK TIK TAK”
lelah dan stress, tidak tersisa waktu untukku.

“TIK TAK TIK TAK”
Papa Mama, ayo bermain dan bercanda denganku,
“TIK TAK TIK TAK”
Papa Mama, tolong sisihkan waktu untukku.

Jakarta, mei 2006, eva kristiaman

– Mengasihi Yesus

Marta mengasihi Yesus
Dengan caranya: “menerima Dia di rumahnya,
Dan sibuk sekali melayani Dia”
Apa salahnya berlaku demikian?

Masalahnya,
bukan itu yang dipandang perlu oleh Yesus.
Itu bentuk “kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara”
Sehingga tidak punya waktu bersama Tuhan

Duduk tenang dan menyimak perkataan-Nya
Bergaul dekat dan menikmati kebersamaan dengan-Nya
Mengenal kehendak-Nya dan kebenaran-Nya
Mengenal Dia dan semakin mengenal Dia.

Semakin mengenal semakin ingin mengenal
Semakin ingin selalu dekat akrab dengan-Nya
Hanya itu yang perlu dan bernilai kekal.

Sehingga … yang aku lakukan, itu wujud pengenalanku akan Dia.

– eva kristiaman

(bersambung)

– Percakapanku dengan TUHAN

Betapa sering dan mudah
Memilih seperti Marta bukan Maria
Mengapa?
Karena konsep ‘melayani’ yang keliru

Melayani pelayanan Tuhan
Sibuk dengan berbagai kegiatan
Yang menyita waktu dan tenaga
Hingga tidak punya waktu

Untuk satu yang perlu
Kata Tuhan
Duduk dekat kaki-Nya
Dan mendengarkan perkataan-Nya

Hanya itu yang Tuhan inginkan dariku
Duduk dekat kaki-Nya
Dan mendengarkan perkataan-Nya
Mengenal Dia dan isi hati-Nya.

– eva kristiaman

(bersambung)

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

Perempuan  itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,

sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”

Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

(Lukas 10:38-42, LAI)

Melayani Yesus itu sebuah pilihan hidup
Marta memilih untuk melakukan banyak hal buat Yesus
Ia “sibuk sekali melayani”
Itu baik tetapi ada yang lebih baik.

Maria memilih duduk dekat kaki Tuhan
Dan terus mendengarkan perkataan-Nya
Tuhan mengatakan hanya satu saja yang perlu:
Maria telah memilih yang lebih baik.

Pilih yang tidak akan diambil dari kita!
Duduk dekat kaki Tuhan
Dan terus mendengarkan perkataan-Nya.

Bersibuk ria walau untuk Tuhan bukan yang utama
Itu hanya kuatir dan menyusahkan diri belaka
Kata Tuhan.

– eva kristiaman

(bersambung)

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 2.611 pengikut lainnya

Ayooo ikut Tulis… :)

Kesalahan: Pastikan akun Twitter Anda publik.

Blog Stats

  • 34,835 hits

Arsip

%d blogger menyukai ini: