‘Kembang Api & Terompetnya’ Tuhan

Dua benda ini langsung mengingatkan kita pada detik-detik pergantian tahun. Semarak kembang api yang memancarkan pijaran api aneka warna serta  letupan suara di udara mampu menggugah suasana hati. Ketika mata kita memandang ke langit menyaksikan  kembang api yang sedang beraksi, hati kita akan diwarnai dengan ketegangan, kesenangan bahkan kekaguman. Tidak saja pada detik-detik pergantian tahun kembang api digunakan untuk menyemarakkan suasana, juga pada hari-hari besar seperti peringatan hari kemerdekaan bahkan pernikahan atau pesta-pesta olahraga  di seluruh dunia.

Anda punya pengalaman dengan kembang api? Sewaktu saya 5 tahun, bersama teman sebaya saya bermain kembang api tangkai terbuat dari kawat yang disalut dengan semacam pasir, kemudian disulutkan ke api dan menyala. Ketika kami bermain, tidak terasa api pindah dari kembang api ke baju saya. Kontan saya berteriak dan dibantu seorang ibu yang cepat-cepat memadamkan api. Baju saya separuh hangus, tapi masih untung badan saya tidak terbakar.

Menjelang detik-detik pergantian tahun bukan hanya kembang api, tapi suara khas terompet yang kedengarannya fals itu turut meramaikan suasana. Mulai anak-anak hingga lansia meniupkan terompet tanda ‘masih ada kehidupan’ di bumi jelang tahun baru. Kembang api dan terompet simbol dari suatu pehelatan dan perubahan.

Bagaimana dengan ‘kembang api dan terompetnya’ Tuhan? Ribuan tahun yang lalu Allah menyatakan diri kepada umat-Nya Israel di gunung Sinai melalui guruh yang mengguntur, kilat sabung menyabung, bunyi sangkakala ditambah gunung berasap (Keluaran 20:18). Bayangkan! Ada api, ada bunyi ledakan. Sungguh dahsyat! Kedahsyatan yang lebih besar dibandingkan malam pesta pergantian tahun tentunya. Peristiwa yang terjadi pada fajar di kaki gunung Sinai itu menjadi sejarah yang amat penting bagi seluruh umat manusia. Allah berbicara dari langit kepada umatNya Israel menyampaikan 10 titah yang berlaku universal. Allah yang menyeramkankah itu? tidak! Dia ingin umatNya takut akan Dia. Dia rindu umatNya menjadi kudus bagiNya. Dia juga ingin umatNya memiliki kebanggaan memiliki Allah Sang empunya langit bumi. Allah yang memberi titahpun sungguh amat memahami bahwa tidak seorangpun mampu melakukan kehendak-Nya. Diapun menggenapinya dengan mengutus putra Tunggal-Nya melalui jalan salib. Allah yang telah membawa keluar umat-Nya dari perbudakan di Mesir, Dia yang pelihara pula umat-Nya di padang gurun selama 40 tahun dan Allah yang berperang untuk umat-Nya merebut tanah perjanjian.

‘Kembang Api dan Terompet’- nya Tuhan menandakan betapa Dia Allah yang dahsyat! Allah yang sanggup merubah hati umat-Nya. Hati yang takut kepada Dia, hati yang kudus bagi-Nya dan hati yang berharap hanya pada-Nya. Selamat memasuki tahun 2009 sambil mengingat betapa dahsyatnya Kembang Api dan Terompet-Nya!

– anne rahardjo