Hai!

Senang berjumpa denganmu.

Silakan menikmati karya tulis dari halaman ke halaman.  Ada Tips menulis, kamu bisa mulai menerapkannya dan mulai Tulis… Silakan bertanya di Bincang tentang apa saja sekitar menulis, mengedit, … Teman-teman editor dan penulis yang lain, dengan senang hati akan menanggapinya.

Jangan ragu untuk mengirimkan hasil tulisanmu ke admintulistulistulis@gmail.com meski itu tulisan pertamamu yang masih perlu ditulis ulang, itu salah satu tujuan halaman-halaman ini disediakan. Hasil tulisanmu akan dimuat di halaman Tulistulis, dan bila kamu ingin mendapat pendampingan seorang editor senior maka akan dilayani di halaman Asuh.  Komentarmu yang menyemangati Penulis dihargai.

Ayo, semangat menulis ya! :)

adminTulis…

Memahami Makna Panggilan Allah (3)

Saya pernah mendengar kisah tentang seorang  pendeta (dari kota Solo) yang bicaranya gagap dalam percakapan sehari-harinya, tetapi pada saat menyampaikan Firman Tuhan  justru bisa lancar tanpa gangguan.

Di Malang ada seorang ibu yang bersaksi bahwa ke mana-mana selalu pakai baju hangat, karena takut terhadap angin. Tetapi sesudah menerima panggilan menjadi anggota Majelis Jemaat (dulu Diaken), tubuhnya semakin kuat karena banyak melakukan pelawatan jemaat, sehingga sudah tidak pernah lagi memakai baju hangat.

Jangan terkecoh oleh kesaksian-kesaksian seperti itu, sebab ada kalanya tidak demikian, bahkan sebaliknya yang terjadi. Itu merupakan misteri, tapi satu hal yang pasti bahwa setiap hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang setia selalu mengalami kepuasan batiniah, sebab hidupnya menjadi semakin bermakna.

Oleh karena itu hati-hati menjaga tubuh.

Tuhan saja begitu menopang kesehatan dan keselamatan  kita, termasuk tubuh kita tentunya, maka sudah selayaknya kita juga seirama dengan Tuhan. Ada saja orang-orang yang menelantarkan tubuh dan jiwanya dengan percabulan, serta berbagai kebiasaan lain yang sangat merugikan. Mereka lupa bahwa dalam hidup ini kita dapat melakukan banyak hal yang berguna dan bermakna dengan tubuh kita, sehingga Tuhan menjadikannya bait Roh Kudus. Kalau begitu setiap orang sebenarnya mendapatkan panggilan Tuhan untuk melakukan yang terbaik dalam hidupnya, dan terus berkarya demi kasihnya kepada Tuhan dan sesama. Kapan lagi kalau tidak sekarang. Siapa lagi kalau bukan Anda dan saya.

Panggilan demi panggilan harus terus bergulir.

Jangan lupa bahwa Kristus yang telah bangkit itu juga ingin mengajak kita mengalami kebangkitan di dalam hidup kita masing-masing. Sebab apakah artinya kebangkitan Kristus yang dahsyat itu, jika tidak sampai bisa menular kepada kita. Apakah Anda dan saya merasa menjadi bagian dari Tubuh-Nya? Kalau ya, maka marilah secara nyata kita menunjukkan kesamaannya. Kalau begitu Kristus yang sudah terima panggilan dari Bapa untuk menjadi kepanjangan tangan-Nya, memanggil kita sekarang untuk menjadi kepanjangan tangan-Nya meraih orang-orang di sekitar hidup kita. Dan semoga mereka bersedia kita ajak melakukan estafet panggilan Tuhan. Bukankah  kita sudah dibeli dengan lunas, maka muliakanlah Allah dengan tubuh kita.

“Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!” Mazmur 139:17

Menganalisis keterlibatan di dalam karya Tuhan hanya membuat kita terkagum-kagum tak habis pikir, itu karena keterbatasan kita. Namun semua yang kita alami ini adalah fakta, bukan khayal semata.

Kalau begitu mari kita nikmati segala pesona, sensasi, surprise, bonus, serta aneka ragam kebaikan Tuhan di sepanjang hidup ini. Jika kita mau menjadi hamba-Nya yang mudah terheran-heran melihat kebesaran-Nya, maka Dia senang akan ketulusan dan keluguan kita, lalu menghadirkan banyak hal lain yang lebih mengherankan!

-daud adiprasetya

Memahami Makna Panggilan Allah (2)

Pada umumnya panggilan Tuhan merupakan surprise, kejutan baik bagi yang bersangkutan maupun orang-orang di sekitarnya. Hal itu menunjukkan ketidaklayakan manusia, dan kebesaran Tuhan. Jika seseorang merasa layak menerima panggilan Tuhan, tidak lagi merasa terharu dan bersyukur, berarti dia sudah mulai memandang rendah Tuhan dan menganggap Tuhan membutuhkan tenaganya, dan berhutang kepadanya.

Mengapa panggilan Samuel begitu memikat hati kita?

Karena waktu menerima panggilan Tuhan dikatakan bahwa Samuel masih muda dan kedudukannya sebagai pelayan. Ini adalah dua hal yang sangat  tidak lazim secara manusiawi. Tapi para rasul Tuhan Yesus juga diangkat dari kedudukan rendah, mereka hanya para nelayan, bahkan ada yang menjadi pemungut cukai. Di kemudian hari tampil Saulus yang justru memusuhi Yesus. Jadi dalam panggilan Tuhan, yang memikat hati bukan sang manusia tapi Tuhan sendiri. Keberadaan Samuel diam-diam juga merupakan cara Tuhan mengkritik Eli serta anak-anaknya yang tak layak menjadi keluarga Imam. Masih jauh lebih baik Samuel meski hanya seorang pelayan yang tak punya derajat yang memadai.

Sejauh mana kisah panggilan Samuel menyentuh hati kaum muda kita zaman sekarang? 

Kita memang sudah selalu melihat sejumlah (besar) kaum muda yang melayani berbagai kegiatan gerejawi. Tetapi yang tergerak hatinya untuk menjadi seorang pendeta, rasa-rasanya sangat kurang. Padahal banyak jemaat Tuhan yang saat ini tak memiliki pendeta. Apapun alasannya, keadaan itu sesungguhnya sangat memperihatinkan. Pasti ada yang tidak beres di sini, sebab saya yakin jika masih sangat dibutuhkan adanya para Hamba Tuhan maka Tuhan pasti tak henti-hentinya memanggil “para Samuel” zaman sekarang. Jemaat harus semakin peka, para orang tua juga, tapi terutama kaum mudanya. Jangan sampai panggilan penting dari Tuhan Yang Mulia, untuk ladang-Nya yang sudah menguning kita abaikan dari waktu ke waktu.

Siapakah Yesus bagi hamba yang dipanggil olehNya?

Pertama, setiap orang yang dipilih dan dipanggil oleh Tuhan Yesus menjadi murid-Nya, merasa sangat terkesan dan terpesona. Sebab Yesus memanggil dengan kewibawaan ilahi, kata-kata yang diucapkan-Nya penuh kemantapan. Setiap orang merasa sedang berhadapan dengan Tuhan sendiri.

Yang seperti ini selalu perlu dirasakan oleh setiap orang beriman zaman sekarang, saat menghadapi panggilan untuk melakukan pelayanan khusus. Filipus merasa sudah berjumpa dengan Dia yang disebut Musa dalam Kitab Taurat dan para nabi. Natanael tergetar ketika Yesus mengetahui keberadaannya. Itu berarti, dan dapat dipastikan bahwa setiap orang akan mempunyai pengalaman pribadi yang mengesankan dengan Yesus saat ini, sehubungan  panggilan-Nya sebagai  pekerja Tuhan.

Kedua, panggilan Tuhan Yesus tidak pernah sekedar formalitas, tidak pernah hanya memberi kita “embel-embel” atau sekedar jabatan tertentu, untuk menaikkan derajat kita. Tetapi selalu disertai tugas dan tanggung jawab. Sebagaimana panggilan itu penuh kesungguhan maka menjalankannya juga tidak boleh sesuka hati.

Ketiga, biasanya Tuhan Yesus menjanjikan nilai plus, misalnya “Mari ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia” Markus 1:17.  “Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar  dari pada itu.” Yohanes 1:50. Perlu untuk diketahui bahwa setiap janji Tuhan pasti akan dipenuhi, sebab Tuhan tidak pernah ingkar janji. Mengapa hamba atau pelayan yang dipanggil-Nya memperoleh nilai plus dalam hidupnya, sesudah menjalankan panggilan Tuhan? Hal Itu menunjukkan bahwa kalau Tuhan memanggil maka Ia memperlengkapi hamba-Nya. Jadi nilai plus yang dianugerahkan sangat erat hubungannya dengan tugas atau pelayanannya.

-daud adiprasetya

lanjut…

MEMAHAMI MAKNA PANGGILAN ALLAH

Tersebutlah kisah seorang mahasiswa baru di University of California, Berkeley, Amerika Serikat, yang datang terlambat ke kelas Prof. Neyman (salah seorang Guru Besar Matematika tingkat Dunia). Ketika ia sampai di kelas tidak ada seorang pun di sana, dan di papan tulis terdapat dua soal matematika. Asumsinya langsung berjalan, dua soal tersebut adalah tugas untuk pekerjaan rumah mahasiswa.

Sesampainya di rumah, ia mencoba menyelesaikan kedua soal sulit tersebut. Beberapa hari kemudian ia menyerahkan jawabannya kepada Neyman, dan meminta maaf atas keterlambatan penyerahan tugas tersebut, karena kedua soal tersebut terasa sangat sulit dibandingkan soal-soal biasa yang diberikan kepada para mahasiswa. Ia bertanya kepada Neyman, apakah masih mau menerima pekerjaan rumah tersebut. Neyman tidak begitu menanggapi dan meminta mahasiswa ini untuk meletakkan di meja kerjanya.

Ia begitu risih, karena di meja Neyman begitu banyak kertas dan buku, bisa jadi pekerjaan rumah yang diserahkannya akan hilang atau terselip di situ. Setelah enam minggu berlalu, pada pagi hari yang cerah, sang mahasiswa ini terbangun dari tidurnya karena dikejutkan oleh suara gedoran pintu. Ternyata yang datang adalah Neyman. Dengan wajah penuh semangat ia berkata,”Saya akan mempublikasikan hasil karyamu dalam pertemuan ilmiah Matematikawan Dunia.” Sambil terkejut, sang mahasiswa tadi bertanya,”Ada apakah gerangan Prof?”  Neyman menjawab,”Tahukah kamu bahwa dua soal yang kamu selesaikan tersebut adalah dua soal statistika yang terkenal sulit, dan belum dapat terpecahkan oleh seluruh matematikawan terkemuka dunia selama puluhan tahun?”

Kenyataannya mahasiswa ini berhasil memecahkan dua soal statistika tersulit di dunia, yang tadinya ia anggap sebagai soal untuk pekerjaan rumah. Dan tahukah Anda bahwa, mahasiswa ini akhirnya menjadi Matematikawan terkemuka dunia, ia bernama George Dantzig.

Fight Like A Tiger Win Like A Champion

George Dantzig yang tiba-tiba mencuat ke permukaan.

Dia itu siapa? Cuma seorang mahasiswa baru. Apa yang telah dilakukannya? Cuma coba-coba mengerjakan dua soal matematika yang sulit. Apa ada rasa bangga dapat menyelesaikannya? Justru merasa ragu apakah Pak Profesor sudi memeriksanya. Akan tetapi di luar dugaannya sama sekali, keberhasilannya membuat dia tiba-tiba saja menjadi sangat terkenal di dunia!  Tak heran jika di kemudian hari George Dantzig termotivasi untuk benar-benar menjadi  Matematikawan besar.

Kisah George Dantzig mengingatkan kita kepada Samuel, para rasul Tuhan Yesus, serta banyak orang lain yang menerima panggilan Tuhan dalam hidupnya. Jika ditelusur dan dicermati, pada mulanya mereka itu hanyalah orang biasa-biasa saja. Sesudah disentuh, dipanggil, dan ditangani serta dibentuk oleh Tuhan maka menjadi pribadi yang menarik dan hidup bermakna bagi Kerajaan Allah.

-daud adiprasetya

lanjut…

Syair untuk IBU

di dadamu terpancar mata air cinta
gemericik menyirami resah dan gundah
menyejuki gelora yang meronta

di tanganmu tergenggam sehelai sutra yang lusuh
kau usapkan saat wajahku berpeluh
dan semangatku bangkit mengguruh

di matamu terpendar sepasang cahaya bening
menembus rongga persembunyianku yang hening
hingga nyala sumbu batinku yang lunglai kering

di kakimu terjulur gurat dan urat yang membiru
di sela keriput yang melisut seiring waktu
terus bertelut memandu jalan penuh liku

di jejakmu terukir kisah ribuan makna
yang terenda di bentangan cakrawala
dan aku memetiknya… demi cinta semata

- grace kartika

jakarta, 5 oktober 2011

SEMINAR & LOKAKARYA “TEKNIK BERCERITA 3 MENIT”-22 OKTOBER

BAGAIMANA BERCERITA: MENARIK-MUDAH DIINGAT PENCERITA & PENDENGAR-3 MENIT?!

Teknik dan metode bercerita yang sangat praktis dan mudah dikuasai! 

Teknik dan pengalaman bercerita selama lebih dari 30 tahun

ke usia bayi hingga lanjut usia

di Indonesia maupun Australia

dikembangkan dan disatukan dengan

teknik bercerita dari Wycliffe dan Global Recordings Network Australia

sesuai budaya dan level bahasa pendengar

Pertama kali dibagikan di Pelatihan Guru Sekolah Minggu “The Rocks” Perth, hasil memuaskan! Kemudian di Sydney, Australia.

Di Indonesia pertama kali dibagikan 2 Januari 2011, di Rantepao, lebih dari 40 Guru Sekolah Minggu Sinode Gereja Toraja, menikmatinya dan mempraktekkannya. Bahkan dibagikan kembali!

Kini…  JAKARTA!!!

SABTU, 22 OKTOBER 2011, 09.00-16.00 WIB TEPAT

YAPKI, Jalan Letjen Soeprapto 28, Cempaka Putih, Jakarta Pusat

- -dekat halte bus Trans Jakarta: Cempaka Putih Tengah-

PEMBICARA - EVA KRISTIAMAN

Pencerita cerita Alkitab yang menarik untuk segala usia yang menguasai “TEHNIK BERCERITA 3 MENIT” baik dalam bahasa Inggris maupun Indonesia
Komunikator yang berbicara dalam kesederhanaan dari hatinya ke hati pendengar. Motivator yang memiliki semangat memperlengkapi para pemimpin awam agar cakap dan berintegritas.
Direktur Penerbitan CV Garam dan Terang Dunia, Jakarta, Indonesia

KONTRIBUSI PESERTA - RP 50.000,-

 Tempat terbatas!

 PENDAFTARAN

 MARINA PUSPASARI – HP 0812 9977 199 - marina.puspasari@gmail.com

 PENYELENGGARA - CV GARAM DAN TERANG DUNIA

menemani@gmail.com

REKENING

BRI JAKARTA CABANG SEGITIGA SENEN

EVA KRISTIAMAN

Acc No. 0361-01-011651-50-3

:) TERIMA KASIH!